Ada
yang bisa jawab kenapa kejadian gw dan dia bisa terjadi?
Andai
bisa milih, gw milih untuk gak pernah ketemu dia, atau andai gw gak pernah tau
kita punya interest yang sama, kita gak akan pernah deket. Dan semua pasti gak
akan seperti ini. Tiap kali inget ada perbedaan antara kita, tiap kali mereka
ngomongin hal itu, dan tiap kali bokap ngingetin untuk jangan terlalu deket,
rasanya mau nangis.
Tapi
sekuat apapun keinginan gw untuk menjauh, sekuat itu juga keinginan gw untuk
tetep deket dan terus melihat dia. Meskipun cuma dari belakang. Meskipun cuma sebentar.
Meskipun tanpa bicara.
“Misalnya saya pindah agama, terus saya ngelamar kk, mau terima gak?”
Pertanyaannya
terus terngiang dikepala gw, apa mungkin, karna untuk sekarang, gw belum ada
pikiran kesana.
Kita
cuma bisa berencana, kan?
Gw
gak suka kehilangan, sekalipun itu diluar kendali kita, seperti halnya
7Kurcaci, gw bener-bener ngerasa sakit saat tau kita udah gak hidup dalam dunia
yang sama. Rasanya sakit, sampai gw pikir lebih baik kalo gw gak pernah kenal
kalian, atau tiba-tiba gw lupa semua hal tentang kalian. Karna kalian adalah
harta karun gw.
Begitu
juga dengan lu. Cengeng. Bener, gw orang yang kuat, bahkan sebesar apapun rasa
sakit yang gw alami, gw masih bisa berdiri, berlari dan tertawa. Tapi tetep
aja, rasanya kaki ini gak sekuat dulu, yang bahkan masih bisa berlari apapun
dasar pijakan gw. Rasanya seperti kembali masuk jurang. Jurang yang memberi
kebahagian dan rasa sakit.
Ada
yang bisa jawab bagaimana hal ini seharusnya berakhir?
Atau
jika dapat berlanjut, bagaimana caranya supaya kita tak saling melukai?
Though I extend my hand. Though I extend it with all my strenght. I can't reach you.
SHINee - Selene 6.23
Regards: Itawari04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen boleh, engga juga gapapa....