Dan
entah sejak kapan, dia tak lagi melihatku sebagai seorang teman, melainkan
sebagai seorang wanita.
Lalu
setelah begitu banyak waktu yang kulalui dengannnya, tanpa sadar perasaankupun
mulai berubah. Dan saat waktu memberi jeda, aku dapat melihatnya dengan jelas,
bahwa jarak antara kami begitu dekat, nyaris tak ada jarak, malah.
When
you hold my hand.
And when i take your hand.
Dan
semakin besar perasaan ini, aku jadi semakin takut, more afraid, karena tanpa
kusadari, hati ini telah bergantung padanya. Semakin kuat, dan semakin kuat. I
realize it’s too late to erase. Karena itu akupun jadi takut kehilangan, jika
suatu saat kami berpisah, karena suatu saat kami pasti berpisah.
Pun
begitu, aku masih tak bisa mengerti apa yang dia lihat dalam diriku yang menyedihkan
ini. Aku hanya berharap dia tak akan menyesal pernah mengenalku. Karena aku
begitu bersyukur bisa mengenalnya, sangat.
“Saat seseorang berusaha supaya orang lain menyukainya, dia tak mendapatkannya. Tapi saat dia hanya menjadi dirinya sendiri dan tak berharap apapun, tiba-tiba seseorang datang dan mengulurkan tangan padanya.”
2013.08.09
Regards: Shiroko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen boleh, engga juga gapapa....