Sabtu, 21 Desember 2013

Untitled life35



Back to my basic life.

Tiba-tiba aja gw inget, dulu gak pernah ada yang ngelarang gw untuk melakukan apa yang gw suka. Gak boleh makan mie. Gak boleh minum kopi. Gak boleh tidur terlalu pagi.



Dulu juga, hp gw selalu sepi, gak pernah ada yang sms kecuali hari sabtu, itupun cuma untuk ngajak main. Sekarang banyak, cuma sekedar tanya apa gw udah makan, lagi apa, atau untuk nanya kenapa belum tidur.



Dulu gw selalu melakukan semua sendiri, mau pergi ke tempat jauh dan asing sekalipun. Pulang semalam apapun, dan sekalipun itu hujan, atau jauh. Nonton sendiri, belanja, makan, dan tentu aja, nangis sendiri, yang lebih sering karna nonton film...



Harus bisa kembali ke masa itu, atau gw akan jatuh dari tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang jauh lebih dalam. Dan mungkin kalau kali ini gw harus jatuh algi, bukan cuma sayap gw yang patah, tapi juga tangan gw. Tangan yang dulu dengan susah payah gw pakai untuk manjat ke atas. Supaya gw bisa keluar dari lubang itu. Meskipun sebenernya, saat itu lebih tepat ada yang narik gw keluar.



Gw adalah batu. Gw gak punya teman. Gw cuma punya tanah untuk pulang, kalau gw harus hancur, kembali jadi debu.



Haaaaaaaaaaaaaah......... apa gw bisa?

Mengingat, sosoknya selalu lalu lalang bahkan saat tak ku undang...
Jelek...



2013.12.22

Senin, 16 Desember 2013

Untitled life34

Belum lama ini, kamu bikin nangis aku lagi dengan nanya, kenapa aku gak nyari cowo lagi? Kira-kira kenapa??? Saat aku denger kamu ngomong kaya gitu, rasanya sepertinya kamu mau buang aku dari hidup kamu, cuma kamu gak tega, makanya kamu harus nunggu sampai aku nemu seseorang yang baru.

JAHAT.

Mungkin kamu gak tau, yang bikin kita dekat bukan "Luffi", tapi karna kamu jadi "pundak" yang sempat menopang aku saat aku jatuh. Terutama karna saat itu juga aku kehilangan mereka. Rasanya gak ada yang bisa nemenin aku saat aku merasa 'sakit'. Tentu cuma untuk nemenin. Duduk tanpa melakukan apapun. Karna aku cuma butuh sebuah 'kehadiran'. Dan tiba-tiba ada kamu. Yang entah sejak kapan bikin aku penasaran, marah, kesel, lalu tersenyum.

Tiba-tiba kamu udah nemenin aku ke sebuah J-Fest, yang biasanya cuma mereka yang nemenin aku, tiba-tiba juga, kamu nemenin aku nonton film horror, di bioskop, yang biasanya paling gak mau aku tonton. Tiba-tiba ada kamu. Dan entah sejak kapan aku mulai menganggap kamu sebagai seseorang, padahal sebelumnya aku bahkan gak nganggap kamu sebagai teman. Hahaha maaf ya... ^^

Aku benci tempat itu! Benci! Benci! Benci! Benci! Benci! Benci! Sangat benci.Tapi karna ada kamu, dan beberapa orang lainnya, aku memilih untuk bertahan alih-alih harus pergi dari sana. Dan sekarang, tentu aja, kamu jadi alasan penting kenapa aku memilih bertahan, sampai sekarang.

Aku selalu mikir aku gak pantas buat kamu, kamu terlalu baik, jelek. Terlalu sabar untuk orang seperti aku, yang lebih sering marah lebih dulu ketimbang mikirin kamu. Tapi aku juga gak mau kamu pergi. I still need you, and now i need you much more than before XD

Jangan pergi terlalu cepat ya, walaupun sebenarnya aku mau kamu di samping aku selamanya, my dearest Jelek  ♥♥♥




 2013.12.16
                                                                                                                                                                                     R

Sabtu, 30 November 2013

untitled life33



NOVEMBER.


Tahun ini baru yang namanya merasakan November ceria ^^


Di awal bulan dapet suprise ultah dari Jelek, so sweet sekali ^///^ ada nona riweuh juga yang ikut bantuin, hehe sankyu ne~ kalian baik sekali.. \(^0^)/

Mama juga ngasih kejutan dengan tumpeng mini yang dia buat diam-diam, love you mom :* :* :* *hug* ♥♥♥



Seminggu kemudian jelek ultah, maaf ya gak bisa ngerayain bareng, sebagai gantinya keychain itu gak boleh ilang, buat nemenin kemanapun kamu pergi :D ♥ ♥ ♥


Setelah itu ketemu madam Nov, makan bareng sama nona riweuh juga, setelah sebelumnya ngajak paksa si Jelek, hehe gomen ne XD


Dapet sweet “24” juga, dengan lampu sorot warna-warni super cantik, thanks a lot ya Jelek, plus pulangnya makan bubur ayam dulu, hehe kamu baik banget :*


Sweet moment berikutnya, nonton Hyde lagi, kali ini Hyde with VAMPS, terkabul sudah mimpi gw untuk nonton langsung Hyde sebagai vokalis L’Arc~en~Ciel dan sebagai VAMPS, anata wa totemo totemo kakkoi desu!!!! Hontou ni ichiban!!! ♥


Terima kasih untuk yang sudah membuat hidup gw bener-bener berarti bulan ini, my mom and dad yang sudah membesarkan gw, maaf ya anakmu ini belum jadi orang yang benar-benar berguna :p



Nona riweuh a.k.a Ochin yang bikin hari-hari gw sebagai kasir penuh dengan kejutan XDXD kamu teman yang baik nak :) terima kasih ya untuk waktu yang kamu bagi...



Devina, yang sering nemenin kalo ada event, kali ini kita nonton VAMPS bereng :D



Terakhir, buat Jelek sayang :D yang bersedia sering-sering direpotin sama si cengeng ini, semoga kamu gak nyesel kenal aku hihi :D

Aku senang bisa kenal kamu, jadi musuh kamu, dan sekarang, jadi seseorang untuk kamu ^^

Semoga hubungan baik kita untuk selamanya ya... :*



2013.11.30

Senin, 28 Oktober 2013

Waiting the Rainbow Chap. II -tbc-


Author: monogataRii






CHAPTER II
-ANO HITO-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~


“Entah denganmu, tapi aku merasa wajahmu selalu terlihat seperti orang yang ingin menangis. Bagus sekali seandainya aku bisa melihatmu tersenyum.”




08.40, dia sudah menyelesaikan sarapannya, dan pekerjaannya baru akan dimulai jam sepuluh pagi ini, meskipun hari ini hari libur, tidak berarti perpustakaan harus tutup sekalipun tak ada pengunjung sama sekali. “Huft... Sepertinya hari ini akan lebih membosankan...”  dia membereskan bekas sarapannya, lalu bersiap untuk berangkat.

Dia menggunakan mantel hitam setinggi leher, tak perduli hari itu panas atau dingin, dia benar-benar tak perduli. Sebenarnya untuk ke perpustakaan dia hanya butuh dua puluh menit, tapi dia harus datang tiga puluh menit lebih awal sebelum perpustakaan dibuka. Setelah memastikan rumahnya aman, dia lalu menguncinya, “Aku berangkat...” Tak ada yang menjawab karena memang dia hanya tinggal sendiri, orang tuanya sudah wafat tiga tahun yang lalu. Sedangkan kakaknya entah dimana, tak pernah memberi kabar seolah tak perduli apakah adik satu-satunya itu masih hidup atau tidak.

09.20, akhirnya dia sampai perpustakaan. Saat itu gerimis kembali turun, belum jam sepuluh pagi, tapi langit begitu gelap seolah ingin runtuh. Tapi, ya tentu saja, dia tak perduli dengan semua itu, yang dia tahu, perpustakaan harus tutup jam empat sore setiap harinya.

Dia mulai mengelap satu persatu meja dan kursi yang ada disana, mengecek buku-buku yang masih sedikit berantakan, dan mengurutkannya sesuai abjad, lalu memisahkannya sesuai ketegori. Dan terakhir meletakkanya di rak masing-masing. Dia tak menyalakan pendingin 
karena cuaca hari ini lebih dingin dari biasanya. Dan akhirnya, tepat pukul sepuluh. Dia membuka kunci pintu dan membalik tanda “CLOSE” yang tergantung di pintu menjadi “OPEN”.

Sedikit terkejut karena ternyata sudah ada seseorang yang menunggu di depan pintu, orang itu membalikkan badannya dan tersenyum. “Pagi!” Dia tak menjawab, hanya mengangguk pelan kemudian mempersilahkannya masuk. Dia tahu orang itu, satu-satunya orang dewasa yang sering mengunjungi perpustakaannya, pelanggan tetapnya.

Menurutnya, orang itu cukup tampan, dia juga ramah, dia hanya tak mengerti kenapa orang itu senang sekali datang ke perpustakaan. Bukankah banyak tempat yang lebih menarik dari perpustakaan. Lagi pula penampilannya sama sekali tak terlihat seperti orang kesepian, sampai-sampai harus datang ke sebuah perpustakaan sepi di pinggiran kota seperti ini. Betul-betul berbanding terbalik dengan apa yang terlihat.

Orang itu suka membaca apa saja, mulai dari sejarah, karya tulis lama sampai modern, arkeologi, kebudayaan nasional ataupun asing, bahkan buku pelajaran. Dan orang itu terlihat begitu berbinar saat bertemu dengan buku-buku itu, seolah mereka adalah kekasih yang lama tak dia jumpai. Dan akan terus seperti itu, sampai orang itu merasa terganggu, karena pada hari biasa perpustakaan biasa menjadi tujuan para pelajar di kota, terutama pelajar taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Orang itu akan terganggu karena kebisingan, lalu pulang dengan wajah kecewa. Lucu.

Tetapi hari ini berbeda, orang itu terlihat begitu bahagia dibanding biasanya, wajahnya berbunga-berbunga seolah habis memenangkan sebuah rumah dan mobil impiannya. Dia tersenyum diam-diam, jarang sekali ada orang seperti itu, terutama karena orang itu adalah orang dewasa. Biasanya yang berwajah seperti itu hanya anak-anak karena mereka melihat hal-hal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Orang itu membaca sebuah ensiklopedia tentang suatu negara sebagai bacaan pertama, cukup tebal, namun dia nampak sangat antusias, memberi kesan dia akan menemukan sebuah koin emas jika dia membukanya.




Chapter II -tbc-

Untitled life32



“Hanya jika ada yang berubah diantara kita.”


Melihat betapa kuat kau berpegang pada tiang itu, perlahan-lahan keyakinanku pun terkikis. Pelan, terbang seperti kapas yang tertiup angin.

Kau pernah bertanya padaku, apakah aku pernah memikirkanmu sebagai masa depanku. Aku hanya berkata, “entahlah”, bodoh, tentu saja pernah. Bukankah itu adalah tujuan utama dalam suatu hubungan? Aku hanya tak ingin terbang terlalu tinggi. Karena mimpi yang terlalu indah pada akhirnya hanya akan menjadi mimpi buruk.

Hanya saja semua berbeda. Tentu saja. Setiap kali ada yang bertanya, aku hanya dapat tersenyum, tetapi dalam hati diam-diam aku selalu berkata, “Hanya jika dia berubah.” SELALU.

Karena kita memiliki tiang masing-masing. Dan tiang itu tak sama.

Dan sayangnya tak sama...



13.10.24



Regards: Shiroko