Rasanya benci sekali, sungguh.
Berkali-kali dia melakukan hal itu padaku. Haruskah kukatakan padanya aku bukan
sebuah batu, meninggalkanku berkali-kali, tanpa maaf. Dan berkali-kali juga aku
memaafkannya. Tanpa dia tahu berkali-kali pula aku menangis. Aku tak mengerti
mengapa, mungkin aku tak cukup berharga untuknya. Tapi tetap saja aku seorang
manusia. Aku bukan sampah yang pantas dibuang begitu saja.
Ah... Hujan lagi, bukankah akhir-akhir ini sering sekali hujan? Mungkin dia juga bersedih untukku. Seseorang yang sering terlupakan, dilupakan, ditinggalkan.
“Apa kau tak pernah memikirkanku bahkan untuk sekali saja? Apa kau tahu
rasanya dilupakan? Diletakkan dibelakang seperti sebuah masa lalu? Apa kau tahu
berapa kali aku menangis karena mu? Apa kau menyadari seberapa besar lubang
yang telah kau buat? Di sini, dalam hatiku. Bertahun-tahun kucoba untuk
menutupnya. Tapi tak pernah bisa. Apa kau tahu rasanya menangis sendirian? Apa
kau tahu rasanya menangis tanpa suara? Supaya tak ada seorangpun yang tahu, supaya
tak ada yang menganggapmu lemah, supaya kau tetap disampingku. Tapi kau tetap
pergi. Kau tetap melupakanku.”
Hei, apa kau tahu kenapa hujan
tak pernah turun akhir-akhir ini? “Karena
aku tak menangis lagi.”
2012.09.12
06.38 p.m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen boleh, engga juga gapapa....