Rabu, 12 September 2012

untitled life04


Rasanya benci sekali, sungguh. Berkali-kali dia melakukan hal itu padaku. Haruskah kukatakan padanya aku bukan sebuah batu, meninggalkanku berkali-kali, tanpa maaf. Dan berkali-kali juga aku memaafkannya. Tanpa dia tahu berkali-kali pula aku menangis. Aku tak mengerti mengapa, mungkin aku tak cukup berharga untuknya. Tapi tetap saja aku seorang manusia. Aku bukan sampah yang pantas dibuang begitu saja.

Ah... Hujan lagi, bukankah akhir-akhir ini sering sekali hujan? Mungkin dia juga bersedih untukku. Seseorang yang sering terlupakan, dilupakan, ditinggalkan.

“Apa kau tak pernah memikirkanku bahkan untuk sekali saja? Apa kau tahu rasanya dilupakan? Diletakkan dibelakang seperti sebuah masa lalu? Apa kau tahu berapa kali aku menangis karena mu? Apa kau menyadari seberapa besar lubang yang telah kau buat? Di sini, dalam hatiku. Bertahun-tahun kucoba untuk menutupnya. Tapi tak pernah bisa. Apa kau tahu rasanya menangis sendirian? Apa kau tahu rasanya menangis tanpa suara? Supaya tak ada seorangpun yang tahu, supaya tak ada yang menganggapmu lemah, supaya kau tetap disampingku. Tapi kau tetap pergi. Kau tetap melupakanku.”

Hei, apa kau tahu kenapa hujan tak pernah turun akhir-akhir ini? “Karena aku tak menangis lagi.”


2012.09.12
06.38 p.m 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen boleh, engga juga gapapa....