Minggu, 02 Desember 2012

It takes a long long time..


Ah... lagi-lagi kalian datang bersamaan. Aku sudah melupakan kalian sejak lama. Ketika tiba-tiba saja kalian datang tanpa izin. Tidak! Aku tak pernah mengundang kalian untuk masuk ke dalam hatiku. Tidak sekalipun! 

Aku tidak mengerti bagaimana memulainya, semua terjadi begitu saja. Semuanya. Tiba-tiba saja semua menghilang, ataukah hal ini sudah mulai terjadi sejak lama? Aku sunguh tak tahu, aku benar-benar tidak mengerti. Semuanya tiba-tiba berubah, rasa, asa, harapan, dan bentuk. Semua tampak asing, semua memburam. Tak ada yang kukenali.

Aku tahu, aku sudah sering sendiri, dan merasa kesepian, tapi tidak seperti malam ini, semua tampak begitu jelas. Bahwa kami telah berada di dunia yang berbeda. Dan aku, sedikitpun tak dapat kusentuh dunia mereka. Butuh waktu yang lama, dan sangat lama untuk sampai pada kenyataan ini. Dan butuh waktu yang lebih lama, dan lebih lama lagi untuk dapat menerimanya, utuh, tanpa lubang.

Dan aku tak dapat melakukannya sekarang. Total.

Aku ingin berteriak, aku sungguh tak dapat menerimanya. Walaupun sepertinya kau tahu ini memang kesalahanku, aku sudah menolak satu-satunya orang yang dapat mengisi kekosongan yang mereka tinggalkan. Tapi itu berarti membohongi diriku sendiri. Dan aku tak berharap akan melakukannya untuk alasan apapun. Dan disinilah aku.

Mereka berkata, “Jangan seperti ini, we’re not leaving you.” Tapi itu semua tak berguna, aku tahu kalian tak pernah meninggalkanku, waktu yang melakukannya. Dan kita tak bisa memutar kembali waktu. Atau memang kita telah saling meninggalkan tanpa sadar? Bisa sajakan?

Aku benar-benar ingin menangis sekarang. Keadaan ini benar-benar menyakitiku. Rasa sakit ini menghimpitku, air mataku bahkan tak dapat keluar. Dan tak ada yang kurasakan, aku tahu hal ini akan terjadi, aku hanya tak siap. Aku tak menemukan apapun untuk menopangku, sedang kakiku mulai goyah berdiri. Aku benar-benar hanya butuh kalian disini. Sungguh. Tapi bahkan aku tak dapat memanggil kalian, aku tak ingin egois. Menarik kalian dari dunia yang kalian cintai, orang-orang yang kalian sayangi.
 
Seharusnya aku tak memulainya, ikatan yang kubuat sendiri, yang akhirnya tak bisa kuputuskan. Ikatan yang pada akhirnya melilitku, mengambil nafasku. Tapi... sungguh, aku sungguh tak menyesal, aku menyangi kalian, dengan seluruh nafas yang kupunya. Satu-satunya yang kusesalkan hanya karena telah menjadi orang yang bodoh, yang tak bisa lepas dari keadaan ini, yang berakhir dengan mengasihani diri sendiri karena telah menjadi orang yang bodoh. Bukan, bukan karena aku tak bisa lupakan kalian, tapi karena aku tak bisa merelakan kalian disana.

GOODBYE... GOODBYE...


Sepertinya aku sudah bisa menerima semuanya. Baik, mungkin tidak semuanya, tapi perlahan-lahan rasa ketergantungan ini menghilang. Kami memang tidak bersama lagi, dunia tempat kami tinggal memang sudah berbeda. Aku mulai memahaminya perlahan. Tidak apa-apa. Bukankah sejak awal aku memang sering sendiri, jadi kenapa sekarang hal itu harus jadi masalah? Ada sedikit perbedaan memang, sedikit lebih ‘flat’ dibanding biasanya, berita-berita penting, yang bahagia ataupun tidak, tak lagi keberitahukan terlebih dulu kepada mereka. Mereka tak lagi menjadi yang paling utama sekarang.

Seperti inikah kehidupan orang dewasa?

Sakit sekali di awal, penuh letupan, tak stabil, kemudian mulai tenang dipertengahan, dan terasa sedikit datar di akhir. Aku melaluinya dengan penuh luka, air mata, tawa getir, dan hembusan nafas panjang pada akhirnya. Semua memang harus seperti ini...

Jika nantinya kami benar-benar terpisah, tak pernah bertemu, atau bahkan saling melupakan, aku tak keberatan. Bukankah kehidupan memang seperti itu. Beberapa orang menyapaku seolah kami baru bertemu beberapa kali *padahal kami sudah menjadi teman selama lebih dari sepuluh tahun* kami merasa canggung satu sama lain. Hingga akhirnya kami hanya saling melalui. Ironis.

Tapi aku tak akan melupakan kalian, aku bahkan masih ingat janji yang kubuat saat aku masih di sekolah dasar dulu. Janji untuk tak saling melupakan.

Sudah lebih dari 17 tahun, dan tak bisa lebih lama lagi. Aku mengerti.

Selasa, 16 Oktober 2012

Hallowen Junky Orchestra - Hallowen Party Lyric





(VAMPS) HALLOWEEN JUNKY ORCHESTRA - HALLOWEEN PARTY (rileased on October 17th, 2012)

Members:
HYDE (VAMPS, L'Arc
enCiel)
YASU (Acid Black Cherry)
DAIGO (BREAKERZ)
kyo (D'ERLANGER)
Tommy february6 / Tommy heavenly6
Tatsuro (MUCC)
Anna Tsuchiya
青木隆治
K.A.Z (VAMPS, OBLIVION DUST)
Yomi (NIGHTMARE)
Aki (SID)
RINA (SCANDAL)
Kanon Wakeshima


Lyric:

La la la la la hallowen party,,,
la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
nen ni ichido osoroshī party
Warera ga sugata o mi ̄ seru yoru
Kakure tenaide okashi kurenaito
Itazura morenaku shi ̄ chau ze
Bogeyman mo (scream) dracula mo hora (scream)
Mōfu kara deta ashi ga ̄ kōbutsu
Tansu no naka (himei) beddo no shita de (himei)
Ha o togara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa Halloween
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
Trick or treat
candy, cookies, donuts dōzo
Trick or treat
Choco, jellybeans , pai
Trick or treat
cola, lemonade, mō nai
Trick or treat
Matte
Trick or treat
No no! !
Trick or treat
No no...
Tsukiakari de yoku mitara hora
Kage ga hitotsu ōku ̄ nai kai?
Hon'nosukoshi odokasu dake sa
Shampoo de me o tojita ̄ shunkan
Himei merodī (scream) bōrei odori (scream)
Kimi wa kyōfu ni furue teru
Ōkami otoko (scream) Jack O-Lantern (scream)
Me o hikara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa harō~in
Kochira ira shite kowakunai kunai
Watashi kuro neko himei wa kyatto
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
Trick or treat
candy, cookies, donuts dōzo
Trick or treat
Choco, jellybeans , pai
Trick or treat
cola, lemonade, mō nai
Trick or treat
Matte
Trick or treat
No no! !
Trick or treat
No no...
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 6x

Senin, 08 Oktober 2012

Ore wa...

Saya adalah seorang Cieler, Hydeist, Japan mania, orang yang suka menyendiri, dan aneh...

Dan inti dari blog ini sebernernya memang buat nampung, puisi, fanfic, atau beberapa hal yang gw suka, juga cerita hidup gw, gak penting kok, seleb juga bukan >o<

Jadi kalo memang isinya gaje ya mohon dimaklumi ^^"

Life must be go on


Aku baru menyadari rasanya kehilangan teman benar-benar menyakitkan. Sebenarnya bukan kehilangan, seperti yang mereka katakan, “kami sudah menemukan tujuan kami.”

Dan aku belum.

Pacar, suami, teman-teman kampus, juga ‘Agadong’, adalah pengganti 7kurcaci, dan aku memakluminya. Semua memang harus berubah. Tidak hanya berdiri di satu tempat selamanya. Tapi tidak untukku. Bagiku, 7kurcaci adalah satu-satunya. Jika kalian membaca tulisan ini, jangan merasa bersalah, juga jangan merasa kasihan. Aku yang bodoh, tidak mau beranjak dari tempat ini.

Sudah lebih dari sepuluh tahun. Dan dari pada harus pergi, lebih baik  kalian dorong aku, supaya sekalian masuk jurang. Tidak ada yang meninggalkanku, tidak ada yang berakhir. Di sini. Hanya aku sendiri yang merasa ditinggalkan.

Aku menyayangi semua hal yang kumiliki jauh di atas diriku sendiri. Itulah mengapa aku sering merasa sakit. Aku memang bodoh, dan sudah sering kukatakan pada diriku. Tapi sulit sekali untuk sadar, orang lain tidak berpikir seperti yang kupikirkan. Jika aku tidak bisa mengganti kalian, maka belum tentu kalian tidak bisa mengganti diriku.

Jadi, dengan berat hati harus kukatakan lagi. Ternyata aku hanya sendirian di sini.

Hari sabtu lalu, perasaanku sungguh buruk, bertengkar dengan teman kerja yang jelas-jelas tidak merasa bersalah karena kesalahannya, tidak juga minta maaf. Jadwal nonton bareng yang gagal total. Lalu pulang kehujanan, dan ternyata saat sampai rumah, hujannya tidak cukup besar untuk membuatku lebih kebasahan. Saat itu aku merasa begitu buruk, begitu kesepian. Dan tak ada yang bertanya, ‘apakah aku baik-baik saja’.

Tapi disaat seperti itu, aku masih dapat tertawa, menertawakan kebodohanku, menertawakan diriku, yang kebasahan sendiri, yang marah-marah sendiri, yang menangis sendiri, yang merasa kesepian padahal selalu berujar memiliki teman. Kalian pasti tahu, aku bukan orang yang bisa bicara terus terang. Aku melakukan hal yang jelas-jelas aku mengerti akan membuatku sakit lagi.

Dan seperti yang kukatakan sebelunya, jika kalian membaca tulisan ini, jangan merasa bersalah, juga jangan merasa kasihan. Aku memang bodoh. Jadi tidak perlu merisaukan hidup orang bodoh ini. Aku menyayangi kalian dimanapun, apapun yang terjadi. Dalam hatiku, kalian tetap sama seperti sepuluh tahun yang lalu, dan sepuluh tahun lagi, dan sepuluh tahun lagi.  ^_________^


#Ikimono Gakari - Arigatou


2012.10.08
Senja hari.

Ada yang pergi...


Beberapa hari lagi managerku akan pindah. Dan tiba-tiba saja toko terasa lebih hidup. Aku tahu itu salah, tidak seharusnya kita mensyukuri kepergian seseorang. Maksudku, bagaimanapun juga, yang dia lakukan adalah untuk kebaikan bersama, atau setidaknya begitulah yang kupikir. Aku jadi merasa bersalah padanya, yang diam-diam merasa bahagia akan kepergiannya.

Karena aku tak ingin seperti dia, yang kepindahannya disyukuri, yang ketiadaannya di anggap sebagai berkah. Aku masih ingin bersama mereka. Kadang rasanya memang muak, benar-benar ingin pergi dan tak kembali, bahkan menoleh. Tapi semakin besar rasa itu, aku semakin ingin tinggal lebih lama ditempat itu. Karena masih ada orang-orang yang membuatku tertawa. Orang-orang yang ku anggap ‘kakak’, lebih dari kakak kandungku sendiri.

Di sana, aku merasa tersiksa, merasa hampa, merasa benar-benar sendiri. Tapi juga merasa bahagia, merasa begitu berwarna, dan memiliki banyak hal. Aku jatuh dan tersungkur. Kemudian bangkit, melompat dan berlari.

Baik,,, aku juga seorang manusia.

Kadang aku begitu membencinya. Kadang menghormatinya. Aku mengerti tak ada yang sempurna.


2012.10.03