Selasa, 21 Agustus 2012

perahu kertas






PERAHU KERTAS.
Itu adalah film yang saya tonton hari ini, bersama dua teman masa kecil saya. Sebelumnya saya memang sudah membaca novelnya, dan saya memang menyukai semua karya Mbak Dee, menurut saya karya-karya Mbak Dee selalu ‘bergizi’, selalu memiliki nilai lebih dari sebuah buku yang hanya sekali baca lalu disimpan rapih. Buku-bukunya selalu bisa membuat sama membacanya berulang kali, termasuk Perahu Kertas.
Perahu Kertas sendiri bercerita tentang dua orang yang sedang berusaha menggapai impian mereka, dua orang yang tanpa sadar sebenarnya saling terhubung, dengan impian yang sama-sama dianggap mustahil dapat dicapai oleh banyak orang, termasuk oleh keluarga mereka sendiri.
Kugi (Maudy Ayunda) dengan impiannya sebagai penulis dongeng, dan Keenan (Adipati Dolken) dengan impiannya sebagai seorang pelukis.
Di film bagian pertama ini, adegan dimulai dari perkenalan Kugi  dan Keenan, saat Kugi menjemput Keenan, yang merupakan sepupu dari Eko, pacar Noni, sahabat Kugi semenjak kecil. Cerita mulai seru saat Noni memiliki rencana untuk mencomblangi Keenan dengan Wanda, sepupu Noni dari Australia. Kugi merasa perasaannya berubah, padahal  saat itu dia sudah memiliki pacar, yaitu Joshua, atau yang biasa dipanggil Ojos.
Perasaan mereka mulai berubah, meski mereka masih belum yakin satu sama lain, Keenan yang melihat Kugi dan Ojos, juga Kugi yang berfikir Keenan bahagia dengan Wanda. Pada akhirnya, saat Keenan tahu Kugi telah putus dengan Ojos, dan Kugi tahu hubungan Keenan dan Wanda tidak sebaik yang dia kira, mereka terlanjur telah saling menjauh.
Seiring waktu berjalan, Kugi kembali menemukan kedamaian bersama Remi (Reza Rahardian) yang juga boss Kugi. Begitu juga Keenan yang menemukan kedamaian bersama Luhde (Elyzia Mulachela). Dan di saat mereka mengira semuanya sudah kembali ketempatnya  seperti semula, tiba-tiba saja mereka kembali dipertemukan.
Itu adalah ending dari Perahu Kertas bagian pertama.
Dan seperti karya Mbak Dee yang lainnya, ceritanya selalu ringan sekaligus berat, kita menikmatinya sembari berfikir. Cerita yang mengalir bebas dengan tujuan yang jelas. Tidak sabar rasanya menunggu Perahu Kertas bagian kedua. Jadi, bagi yang belum menonton, selamat menonton ya... J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen boleh, engga juga gapapa....