PERAHU KERTAS.
Itu adalah film yang saya tonton
hari ini, bersama dua teman masa kecil saya. Sebelumnya saya memang sudah
membaca novelnya, dan saya memang menyukai semua karya Mbak Dee, menurut saya
karya-karya Mbak Dee selalu ‘bergizi’, selalu memiliki nilai lebih dari sebuah
buku yang hanya sekali baca lalu disimpan rapih. Buku-bukunya selalu bisa
membuat sama membacanya berulang kali, termasuk Perahu Kertas.
Perahu Kertas sendiri bercerita
tentang dua orang yang sedang berusaha menggapai impian mereka, dua orang yang
tanpa sadar sebenarnya saling terhubung, dengan impian yang sama-sama dianggap
mustahil dapat dicapai oleh banyak orang, termasuk oleh keluarga mereka
sendiri.
Kugi (Maudy Ayunda) dengan
impiannya sebagai penulis dongeng, dan Keenan (Adipati Dolken) dengan impiannya
sebagai seorang pelukis.
Di film bagian pertama ini,
adegan dimulai dari perkenalan Kugi dan
Keenan, saat Kugi menjemput Keenan, yang merupakan sepupu dari Eko, pacar Noni,
sahabat Kugi semenjak kecil. Cerita mulai seru saat Noni memiliki rencana untuk
mencomblangi Keenan dengan Wanda, sepupu Noni dari Australia. Kugi merasa
perasaannya berubah, padahal saat itu
dia sudah memiliki pacar, yaitu Joshua, atau yang biasa dipanggil Ojos.
Perasaan mereka mulai berubah,
meski mereka masih belum yakin satu sama lain, Keenan yang melihat Kugi dan
Ojos, juga Kugi yang berfikir Keenan bahagia dengan Wanda. Pada akhirnya, saat
Keenan tahu Kugi telah putus dengan Ojos, dan Kugi tahu hubungan Keenan dan
Wanda tidak sebaik yang dia kira, mereka terlanjur telah saling menjauh.
Seiring waktu berjalan, Kugi
kembali menemukan kedamaian bersama Remi (Reza Rahardian) yang juga boss Kugi.
Begitu juga Keenan yang menemukan kedamaian bersama Luhde (Elyzia Mulachela).
Dan di saat mereka mengira semuanya sudah kembali ketempatnya seperti semula, tiba-tiba saja mereka kembali
dipertemukan.
Itu adalah ending dari Perahu
Kertas bagian pertama.
Dan seperti karya Mbak Dee yang
lainnya, ceritanya selalu ringan sekaligus berat, kita menikmatinya sembari
berfikir. Cerita yang mengalir bebas dengan tujuan yang jelas. Tidak sabar
rasanya menunggu Perahu Kertas bagian kedua. Jadi, bagi yang belum menonton,
selamat menonton ya... J