"Lagi-lagi kesadaran meninggalkan ku, menenggelamkan ku pada tangis tak berujung.
Yang tak pernah ku tahu sebabnya".
"Bagaimana mungkin aku membunuhnya?", tanya ku dalam hati. "Mengapa begitu lama untuk menyadarinya? Nyawanya tak lebih penting dari Sasuke, seharusnya aku tahu hal itu"
Naruto juga akan mati jika Sasuke mati.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
-First Meet-
Hutan Konoha.
Pagi hari.
Setidaknya aku merasa begitu.
Sayup ku dengar suara kicau burung. Begitu ramai, seolah mereka ingin membangunkan semua orang di Konoha.
Ku membuka mata ku perlahan.
Silau. Rupanya matahari sudah memulai aktifitasnya setelah bersembunyi semalam suntuk.
Yang pertama ku lihat saat aku membuka kedua mata ku adalah sepasang mata berwarna biru muda yang begitu cerah. Sampai-sampai ku pikir langit pagi ini terlihat begitu dekat.
Tapi rupanya bukan.
Melainkan seorang ninja Konoha!
Seingat ku, hanya ada satu orang ninja Konoha yang memiliki rambut pirang dan sepasang mata berwarna langit dengan sennyuma bodoh khas miliknya.
Dengan refleks aku bangun dan loncat beberapa langkah menjauhinya.
"Uzumaki Naruto", ucap ku pelan, nyaris berbisik.
Tapi sepertinya dia mendengar ucapan ku.
"Ng? Kau mengenal ku?", tanya Naruto dengan raut wajah heran.
Saat itu Naruto bersama Kakashi sensei, Yamato Sensei, dan Sai.
Kali ini tanpa Sakura.
Mereka berempat menatap ku tajam, dengan posisi siaga dan kunai dimasing-masing tangan mereka.
Seolah aku adalah buronan level 'S' yang siap menyerang.
'Kenapa mereka setegang itu?', batin ku.
Tanpa ku sadari, ternyata aku telah menghunus pedang ku, entah sejak kapan.
Aku sedikit tersentak mendapati tangan ku mencengkeram benda itu dengan eratnya.
Buru-buru ku sarungkan pedang ku, "Ah! Ma... Maaf", kata ku.
Situasi mengendur.
Mereka juga menurunkan kunai yang mereka genggam.
Kecuali Naruto, ninja yang penampilannya paling mencolok itu tetap pada posisinya.
Posisi waspada dan siap menyerang...
"Hei! Aku bertanya pada mu! Kau ini siapa?!", teriakan Naruto memecah keheningan di hutan Konoha yang begitu sunyi pagi ini.
"Sepertinya pertanyaan mu sedikit berbeda dengan yang tadi", jawab ku. Ninja yang satu ini memang tak pernah bisa tenang dan tidak sabaran.
"Lagipula aku yang seharusnya bertanya, apayang tadi ingin kau lakukan pada ku?", lanjut ku. Aku sedikit penesaran mengenai kejadian saat aku sadar.
"Ng? Kejadian yang mana maksud mu?", tanya Naruto bingung.
'Ugh! apa aku harus menjelaskannya secara detail?', batin ku, 'Naruto ini memang bodoh!'.
"Mm... Kejadian barusan, saat aku sadar, kenapa wajah mu begitu dekat dengan wajah ku? A... Apa yang ingin kau lakukan pada ku?", tanya ku ragu-ragu.
"Deg!!!", Kakashi Sensei, Yamato Sensei, dan Sai nampak terkejut.
Dan aku merasakan 'firasat' buruk.
Tapi tidak dengan Naruto, ninja yang biasanya berisik itu tetap tenang, sambil memikirkan pertanyaan ku barusan.
". . . . . . . . . .", dia benar-benar terdiam.
"Oh! Aku ingat sekarang!", jawanya sambil tersenyum sumringah, "Jadi begini ceritanya...."
~~~~~~~~~Continued~~~~~~~~
Yang berkenan baca silahkan komennya ^^
Disclaimer: Masashi Kishimoto