Rabu, 23 Desember 2009

FanFic Naruto: That Seal...

Segel yang perlahan memudar...

Sakura menatap Naruto dengan cemas, ingatannya terus melayang, hinggap pada Segel Naruto yg kian melemah...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Siang hari di taman Konoha.


Naruto dan Sakura sedang menunggu Sai.
Mereka di panggil Godaime untuk keperluan misi selanjutnya.

Sakura menatap lirih Naruto yg berdiri memunggunginya.

"Naruto... Apa yg akan kau lakukan jika segel Kyuubi itu mulai rusak dan tak berfungsi semestinya?" pertanyaan Sakura yg tiba-tiba itu membuat Naruto terkejut.

Naruto memalingkan wajahnya pada Sakura, memandangnya serius, "Kenapa? Kau takut aku akan melukai mu kembali?" tanya Naruto datar. Matanya tertuju pada lengan Sakura yg kini terdapat luka akibat cakaran Kyuubi.

Saat misi pencarian Sasuke dengan Yamato Sensei dan Sai, Naruto sempat hilang kendali.
Saat itu Orochimaru yg muncul tiba-tiba menyebut nama Sasuke untuk memancing kemarahan Naruto.
Kemarahan yg akhirnya membangkitkan empat 'ekor' Kyuubi.

"Ng...? Aku lebih takut kau akan melukai dirimu seperti saat itu," ujar Sakura lirih.

"Aku takut. Karena saat kau berada dalam kesadaran Kyuubi, tak ada yg dapat ku lakukan untuk mu," lanjut Sakura. Perhatiannya teralih pada tanah basah akibat hujan akhir-akhir ini.

"Itu tidak akan terjadi lagi," jawab Naruto yakin.

Sakura menatap wajah Naruto, perkataannya memang terdengar meyakinkan.
Tapi Sakura tahu, Naruto pun sebenarnya meragukan hal yg baru saja ia katakan.

Tergambar jelas diwajahnya.

"Benarkah?" selidik Sakura.
Kondisi Naruto akhir-akhir ini membuatnya cemas berkali-kali lipat dibanding sebelumnya.

Selain Akatsuki yg mengejar Naruto, atau lebih tepatnya Kyuubi dalam diri Naruto, Sakura cemas.
Karena beberapa kali Naruto melepaskan kekuatan Kyuubi tanpa disadarinya.

Tapi tentu saja baik Sakura, Kakashi Sensei, Yamato Sensei, maupun Sai tak pernah memberi tahu Naruto akan hal itu.

Mereka yg selalu latihan bersama hanya akan memberi tahu Naruto bahwa ia kelelahan dan pingsan.
Seperti saat menggunakan Taju Kagebunshin.

"Tentu saja! Tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja," ujar Naruto dengan senyum lebarnya.

"Walaupun begitu, aku tetap cemas! Saat berhadapan dengan Sora waktu itu kau mengeluarkan cakra Kyuubi tanpa bisa kau kendalikan!" suara Sakura meninggi.

"I... Itu... Itu karena wa..." tanpa sempat menyelesaikan kalimatnya, Sakura menyela tanpa merendahkan nada suaranya.

"Lalu saat kau berlatih 'Rasengan Shuriken', kau juga berubah tiba-tiba!" Sakura menatap Naruto dengan serius.

"Aku cemas, aku benar-benar takut, Naruto." kali ini suaranya merendah. Seperti tangis yg ditahan.

Naruto membisu, tidak yakin tentang jawaban yg ingin dia berikan.
Naruto yakin, sekaligus ragu, karena yg dikatakan Sakura seluruhnya benar.

Selama ini dirinya selalu tertolong berkat Sannin Jiraiya, Kakashi Sensei dan Yamato Sensei.
Hanya mereka yg mengerti bagaimana mengontrol Kyuubi saat kesadarannya telah lepas sepenuhnya.

Sakura masih menundukan wajahnya.

Tiba-tiba ingatannya melayang pada kata-kata Yamato Sensei setelah misi bersama Sai.

"Seiring berjalannya waktu, sepertinya Fuinjutsu dari Yondaime Hokage semakin melemah. Dan itu membuat kekuatan Kyuubi dapat keluar lebih 'mudah' dibanding sebelumnya"

Kenyataannya, Kyuubi akan tetap berada ditubuh Naruto.
Hingga Naruto mencapai batasnya.

Sakura masih terdiam, tak berani menatap Naruto di depannya.

Yang dia yakin, sedang menatapnya yg masih saja tertunduk.

Matanya terasa memanas.

Dan tanpa sempat menahannya...

"tik...."
Naruto terkejut ketika melihat sebutir air mata membasahai punggung tangan Sakura.

"Ng?! Eh....Sa...Sakura, kau kenapa?" tanya Naruto panik.

Ninja emosian yg satu ini tak dapat melakukan apapun selain bertanya dengan bingung.

"Aku sungguh ingin melakukan sesuatu untuk mu, Naruto," ujar Sakura lirih.
Nyaris tak terdengar.

Senyum Naruto seketika mengembang ketika mendengar ucapan gadis yg disukainya itu.

"Tidak perlu," akhirnya cuma itu yg dikatakannya.

"Emh...?" Sakura mendongakkan wajahnya, melihat senyuman Naruto yg dirasanya sedikit mengherankan.

"Selama Sakura ada di sisi ku, itu sudah cukup. Jadi tak perlu bersedih lagi ya!" ujarnya sambil menunjukkan senyum lebarnya yg khas.

"Tapi..." Sakura tak sempat melanjutkan kalimatnya, ketika ia merasakan tangan Naruto mengusap lembut kepalanya, "Naruto....."

"Wah! Gawat! Kita hampir terlambat, Kakashi Sensei dan yg lain pasti telah menunggu. Ayo Sakura!"

Kata-kata Naruto membuatnya sedikit terkejut, padahal ia ingin 'menikmati' usapan itu sedikit lebih lama.

"Eh? Lalu bagaimana dengan Sai?" tanya Sakura sambil menyeka sisa air matanya.

"Ah! Biarkan saja, salahnya sendiri tidak datang tepat waktu, lagi pula sudah mulai gerimis!" ujar Naruto yg tengah mulai berlari.

Sakura memandang punggung Naruto yg perlahan menjauh...

'Sasuke tak penting lagi. Langit pagi hari di matamu kini jauh lebih penting bagi ku, Naruto.' batin Sakura.

"Naruto! Tunggu aku!" teriak Sakura yg kini mulai berlari menyusul Naruto.

Dan hujan perlahan mengguyur Konoha, pucuk-pucuk daun muda yg mulai nampak di dahan yg basah karena hujan.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~the end ^^

arigatou yg udah mau baca :D


Silahkan kritik dan sarannya... ^^



Disclaimer: Masashi Kishimoto-Sensei

Eight Below


Abis nonton satu lagi film
"bergizi", EIGHT BELOW.
Yang akan gw ceritain berawal dari tengah-tengah plot, gw fokuskan soal kisah survival anjingnya ^^

Dr. Davis McClaren (Bruce Greenwood) adalah seorang ilmuan UCLA yang datang ke Antartika untuk mencari meteorit yang berasal dari planet Merkurius di Mount Melbourne. Ditemani oleh Jerry Shephard (Paul Walker) akhirnya mereka berangkat dengan menggunakan pasukan anjing sebagai transportasi,

Kedelapan anjing itu adalah Old Jack, Maya, Max, Truman, Dewey, Shorty, Shadow, dan Buck.

Sesaat setelah menemukan meteorit itu, mereka mengalami kecelakaan karena cuaca buruk. Namun mereka selamat sampai base camp mereka. Parahnya, karena hal itu jugalah seluruh kru diharuskan meninggalkan base camp

Akhirnya mereka meninggalkan ajing-anjing itu setelah sebelumnya berjanji akan kembali.


Tapi rencana mereka tidak berjalan mulus, Jerry tidak mendapat sponsor untuk kembali ke Antartika, dimana semua anjingnya menunggu kepulangannya. Pada akhirnya, Dr. Davis memutuskan untuk kembali ke sana setelah melihat lukisan anaknya yang bertuliskan “ The Dogs Who Saved My Dady”.


Di Antartika, anjng-anjing itu berusahan bertahan hidup, setelah berhasil meloloskan diri dari rantai yang mengikat mereka. Naas, Sang pemimpin, Old Jack tidak dapat melepaskan diri dari rantai sampai akhirnya mati.


Ketujuh anjing lainnya akhirnya pergi meninggalkan base camp, dipimpin oleh Maya. Mereka menangkap burung camar untuk makan. Sampai suatu ketika, salah satu anjing, Dewey, terjatuh dan akhirnya mati.


Sebelum pergi, Max menemaninya beberapa lama. Sedangkan ajing-anjing lain telah meninggalkan mereka terlebih dahulu. Lalu kaki Maya terluka karena serangan singa laut saat mereka mencoba memakan bangkai paus orca yang ditemukan Max.


Sampai akhirnya Maya tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka kembali ke base camp, mereka tetap menemani dan mencarikan makan untuk Maya. Karena itu, kepemimpinan diserahakn pada Max, anjing termuda.


Jerry, Dr. Davis, Katie, dan Scoop akhirnya sampai di base camp, dan menemukan Old Jack telah mati. Jerry pikir semua anjing juga telah mati, sampia dia menarik rantai dan mengetahui ketujuh anjing lainnya lepas.


Dan dari kejauhan, dia melihat ke-5 anjingnya kembali, mereka lalu berpelukan untuk melepas rindu ^^, saat akan pergi, hanya Max yang tak mau naik ke mobil, dia lalu berlari dan menunjukkan Maya yang tergeletak, tadinya Jerry pikir Maya telah mati, tapi ternyata tidak. Finaly, mereka kembali dan pulang, tanpa Old Jack dan Dewey.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~The End :D



Filmmya bener-bener keren!! Kisah persahabatan para anjingnya dalem banget. Dan bikin gw nangis, bikin gw inget sama kucing gw yang mati dulu T^T.

Pokoknya 4 jempol buat EIGHT BELOW.

Selasa, 15 Desember 2009

musim kawin

Selain orang nikah, sekarang lagi banyak banget orang jadian, salah satunya temen gw, susan.
Dan kayanya bentar lagi ucrit bakal nyusul ama brian :D

Rabu, 28 Oktober 2009

Fanfic Naruto: Memories of The Unknown Kunoichi

Kunoichi itu terdiam.

"Lagi-lagi kesadaran meninggalkan ku, menenggelamkan ku pada tangis tak berujung.
Yang tak pernah ku tahu sebabnya".

"Bagaimana mungkin aku membunuhnya?", tanya ku dalam hati. "Mengapa begitu lama untuk menyadarinya? Nyawanya tak lebih penting dari Sasuke, seharusnya aku tahu hal itu"

Naruto juga akan mati jika Sasuke mati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-First Meet-


Hutan Konoha.
Pagi hari.
Setidaknya aku merasa begitu.
Sayup ku dengar suara kicau burung. Begitu ramai, seolah mereka ingin membangunkan semua orang di Konoha.

Ku membuka mata ku perlahan.
Silau. Rupanya matahari sudah memulai aktifitasnya setelah bersembunyi semalam suntuk.

Yang pertama ku lihat saat aku membuka kedua mata ku adalah sepasang mata berwarna biru muda yang begitu cerah. Sampai-sampai ku pikir langit pagi ini terlihat begitu dekat.

Tapi rupanya bukan.
Melainkan seorang ninja Konoha!

Seingat ku, hanya ada satu orang ninja Konoha yang memiliki rambut pirang dan sepasang mata berwarna langit dengan sennyuma bodoh khas miliknya.
Dengan refleks aku bangun dan loncat beberapa langkah menjauhinya.

"Uzumaki Naruto", ucap ku pelan, nyaris berbisik.

Tapi sepertinya dia mendengar ucapan ku.
"Ng? Kau mengenal ku?", tanya Naruto dengan raut wajah heran.

Saat itu Naruto bersama Kakashi sensei, Yamato Sensei, dan Sai.
Kali ini tanpa Sakura.

Mereka berempat menatap ku tajam, dengan posisi siaga dan kunai dimasing-masing tangan mereka.
Seolah aku adalah buronan level 'S' yang siap menyerang.

'Kenapa mereka setegang itu?', batin ku.
Tanpa ku sadari, ternyata aku telah menghunus pedang ku, entah sejak kapan.

Aku sedikit tersentak mendapati tangan ku mencengkeram benda itu dengan eratnya.
Buru-buru ku sarungkan pedang ku, "Ah! Ma... Maaf", kata ku.

Situasi mengendur.
Mereka juga menurunkan kunai yang mereka genggam.
Kecuali Naruto, ninja yang penampilannya paling mencolok itu tetap pada posisinya.

Posisi waspada dan siap menyerang...

"Hei! Aku bertanya pada mu! Kau ini siapa?!", teriakan Naruto memecah keheningan di hutan Konoha yang begitu sunyi pagi ini.

"Sepertinya pertanyaan mu sedikit berbeda dengan yang tadi", jawab ku. Ninja yang satu ini memang tak pernah bisa tenang dan tidak sabaran.

"Lagipula aku yang seharusnya bertanya, apayang tadi ingin kau lakukan pada ku?", lanjut ku. Aku sedikit penesaran mengenai kejadian saat aku sadar.

"Ng? Kejadian yang mana maksud mu?", tanya Naruto bingung.

'Ugh! apa aku harus menjelaskannya secara detail?', batin ku, 'Naruto ini memang bodoh!'.

"Mm... Kejadian barusan, saat aku sadar, kenapa wajah mu begitu dekat dengan wajah ku? A... Apa yang ingin kau lakukan pada ku?", tanya ku ragu-ragu.

"Deg!!!", Kakashi Sensei, Yamato Sensei, dan Sai nampak terkejut.
Dan aku merasakan 'firasat' buruk.

Tapi tidak dengan Naruto, ninja yang biasanya berisik itu tetap tenang, sambil memikirkan pertanyaan ku barusan.

". . . . . . . . . .", dia benar-benar terdiam.

"Oh! Aku ingat sekarang!", jawanya sambil tersenyum sumringah, "Jadi begini ceritanya...."


~~~~~~~~~Continued~~~~~~~~ ~



Yang berkenan baca silahkan komennya ^^


Disclaimer: Masashi Kishimoto

Looser

Entah sejak kapan, rasanya aku mulai sulit tidur, "insomnia", itukah namanya?

Aku benci kehidupan ku, selalu saja terasa datar, meskipun kadang ada masalah yg bertamu. Selalu saja terasa sunyi, meskipun banyak orang bercuap ditelinga ku.

Sungguh membosankan, selalu saja terasa sama dan terus berulang, "monoton", itukah namanya?


01.30 pagi, mata ini tak juga terpejam, terasa kantuk, tapi tak juga dapat terlelap. Aku benci!!!

Mungkin, sesungguhnya aku tak membenci kehidupan ku, aku memiliki orang tua yg sabar, sahabat yg begitu setia disamping ku.

Mungkin sesungguhnya yg ku benci adalah DIRIKU sendiri, yg tidak mengerti begitu sabarnya orang tua ku, pada sikap ku, pada ketidakbertanggungjawaban ku, pada keacuhan ku.

Yang tidak mengerti bahwa begitu perdulinya sahabat2 ku pada diriku, orang yg kadang tak memperdulikan mereka, menganggap mereka hanya sebuah wayang pengibur dikehidupan ku, dan tak pernah merasa cukup akan kehadiran mereka di sisi ku.

Aku adalah orang tak berguna yg selalu mengenakan topeng keegoisan. Seorang introvert yg berusaha mengenali dirinya, yg tak juga muncul meskipun ia bercermin. Menyedihkan.

Sesungguhnya, insomnia dan keping monoton itu mengganggu ku, tapi aku juga tak ingin melepas mereka. Menyedihkan.

Belet!!!!!!!

Nitnya mau ngisi blog diwarnet, tapi pas sampe warnet jadi aga nyesel!!!!!!!

WARNETNYA LOLA!!!!!!!!!!!!!!!

Uda layarnya ga jelas!
Asli gw nyesel!!!!

Tapi kalo diruma doang juga malay si ><

Sabtu, 17 Oktober 2009

Life is sucks and unbelieveable

Bottom of Form


08 Oktober 2009

Kenapa aku yang hidup?

Kenapa dia harus mati?

Bukankah akan lebih baik kau saja yg ada di sini, Kak?

Aku lelah berada di sini. Kak, bisakah aku menyusul mu?
Aku ingin melihat wajah mu yg tak pernah terekam di benak ku, adik mu.

Kadang aku ingin mati, menyudahinya.
Tapi aku tak punya keberanian yg cukup untuk melalukannya.
Dan untuk menahan sakit saat ajal mengetuk pintu kehidupan ku.

Lagi pula, itu tindakan pengecutkan?
Melarikan diri dari kehidupan yg sangat tak masuk akal ini, kehidupan yg nampaknya kian menggencet ruang bernafas ku dari waktu ke waktu.

Tapi aneh, meskipun aku ingin mati, aku juga tak ingin berhenti bertahan hidup. Aku ingin terus tersenyum.
Entah untuk apa.....

Kak, bagaimana di sana?
Apa kau bahagia?
Apa kau akan lebih bahagia jika kau berada di sini?

Bersama adik, ayah, ibu, dan kakak mu?

Kak, aku sungguh ingin bertemu dengan mu, walau hanya dalam mimpi.
Meskipun itu tak nyata.....

FFNaruto Those eyes

Seorang gadis tak dikenal dan 2 orang ninja Konoha.  


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 


Senja.  

Aku baru saja memijakkan kaki ku beberapa langkah saat pulang dari Rumah Sakit Konoha.  
Sampai ketika aku telah berada di persimpangan jalan, saat mereka berdiri di jalan yg berlainan.
Kami berada di 3 cabang jalan yg berbeda.
Seorang dari mereka berdiri dengan senyuman lebar hingga menampakkan deretan giginya yg khas. Seorang lagi berdiri dengan raut wajah datar, dengan bibir terkatup membentuk sebuah garis lurus. Nyaris tanpa ekspresi.
Aku menatap mata-mata itu bergantian. Meskipun mereka berdiri sejajar, namun sungguh berbeda untuk disejajarkan.
Yang seorang memiliki mata berwarna secerah langit pagi hari. Begitu biru dan nampak bersemangat.
Seorang lagi memiliki mata sekelam malam, begitu dingin, dan tak terlihat apapun selain hitam yg begitu pekat.
 

Gadis tak dikenal: "Menunggu ku?"
 

Ninja bermata biru: "Hehehe, tentu saja!"
 

Ninja bermata hitam: "Hm... Ayo kita pulang!"
 

Gadis tak dikenal: (tersenyum)
 

Akhirnya perjalanan kami beralih kepada jembatan yg berada di samping kiri persimpangan. Sebuah jembatan berwarna merah darah di atas sungai sejernih embun.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 


Bisakah birunya langit menghapus kelamnya badai?


Disclaimer : Masashi Kishimoto Sensei

Selasa, 11 Agustus 2009

Fanfic Naruto -Pengakuan Sasuke-


Disclaimer: Masashi Kishimoto

Akhirnya, setelah membujuk Naruto dengan 10 mangkok ramen spesial rasa tokek guling, membujuk Sai dengan alat lukis Hokage's Factory keluaran terbaru, dan membujuk Sakura dengan Kotak Obat Limited Edition by Orochi's HandMade.

Akhirnya mereka berada di Jembatan Tenchi. Sasuke membuat tempat pertemuan sejauh itu supaya tidak ada yang mengganggu mereka.

Sore ini rencananya Sasuke-kun ingin membuat sebuah pengakuan tentang perasaannya....

"Astaga... Bukankah Sasuke yg mengundang kita, kenapa dia belum datang juga? Dia tidak berbeda dengan Kakashi-sensei!!", Naruto sudah tak sabar karena ingin makan Ramen yang telah dijanjikan oleh Sasuke.

"Iya, Sasu-kun kemana ya? Aku kan harus ke salon untuk menipedi", Sakura juga mulai bosan menunggu.

Tapi Sai tidak berkata apapun, dia lebih suka melukis Naru-kun dan Sakura-chan yang sore ini terlihat telah berdandan necis karena awalnya mereka kira di undang kencan oleh Sasuke *tapi ternyata tidak XD*

Setelah menunggu selama 3 jam 33 menit 33 detik akhirnya Sasuke datang.

"Kalian sudah menungguku dari tadi ia?", Sasuke bersikap tanpa dosa kepada 3 org temannya ini.

Tiba-tiba saja Sakura mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.

"Sa...Sakura, apa yg mau kau lakukan?" Naruto tiba-tiba parno sendiri.

"Anu... Sasuke ada sisa nasi di bibir mu"

Jiah... GUBRAKZZZ!!!

"Ehm... Baiklah sebaiknya aku mulai pembicaraan ini", akhirnya Sasuke mulai buka mulut.

"Sakura, Sai, Naruto, aku ingin mengatakan sesuatu, tentang perasaan ku.

Naruto, dan Sakura semakin deg-degan....

"sebenarnya aku sudah menyukai seseorang, sejak pertama melihatnya aku langsung jatuh cinta padanya"

Naruto dan Sakura semakin deg-degan....

"Sebenarnya sudah sejak lama aku menyukai Sa..."

"Apa??? Sasuke, ak...aku jg menyukai mu! Sungguh!!", belum sempat meneruskan kata-katanya Sakura tiba-tiba menyerocos seperti kereta api yg remnya blong.

Sedangkan Naruto hanya terdiam memfosil karena syok *kasihan sekali*

Tapi lalu Sasuke berkata dengan tenang, "bu...bukan itu maksud ku"

Naruto dan Sai: "Eh....??? Lalu kalau bukan Sakura siapa yang kau sukai?"

"Anu... sebenarnya yang ku sukai sejak lama adalah..."

DEG DEG DEG DEG DEG

"...SAI..."

"APA????", Naruto, Sai, Sakura berteriak bersamaan sampai kuping Sasuke hampir tuli.

"Iya, Sai-kun, sejak dulu aku menyukaimu,, perut mu itu sangat-sangat seksi", kata Sasuke malu-malu.

Naruto & Sakura: WHAT THE????

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hm... gw suka bikin Fanfic juga....
Nanti gw post yang lebih banyak deh ^^

Reuni SD...


Gambarnya ga sesuai judul ia?
Hm... sengaja, karena setiap kali gw posting tentang kehidupan gw, gw akan pake gambar ini ^^

Hari Sabtu, tanggal 8 Agustus kemarin gw reuni SD, tempatnya di Sd gw tercinta, SDN Sindang Karsa I. Yang dateng lumayan banyak, ada beberapa guru gw juga. Kesan pertama waktu gw dateng.... ANEH. Buat orang-orang yang ga pernah gw jumpai sejak lulus 6 tahun lalu.
Tapi ada juga beberapa yang sering gw liat. Pertama ketemu tegur sapa, saling tanya kabar, kuliah di mana, kerja di mana. Sebenernya agak malu juga, semuanya udah pada kerja, sebagian kuliah... sesuatu yang jauh dari gw T-T
Gw pikir, dari sekian banyak orang yang gw kenal seumur hidup gw... cuma gw yang belum ada kemajuan, sebagian sedikit terkejut, karena mereka pikir, gw orang yang cukup mampu, untuk kuliah bukan hal yang susah buat gw. Tapi kenyataannya gak seperti itu...
Kalau boleh jujur, gw sendiri ga yakin apa suatu saat gw bisa kuliah, dengan keadaan keluarga gw yang "belum juga bangkit" sejak peristiwa itu.
Sebagian lagi terkejut, karena mereka pikir, gw orang cukup punya kemampuan untuk kerja ataupun kuliah. Yah... dari gw SD, gw emang selalu masuk 10 besar di kelas gw. Tapi setelah lulus, rangking dan rapot gak cukup membantu... Yang bisa membantu ya diri lu sendiri, beserta kemampuan yang lu punya ^^
Tapi gw masih beruntung, disaat gw lagi kurang beruntung seperti ini, gw punya teman-teman yang setia dan selalu ada di samping gw. 7 Kurcaci. Sahabat-sahabat yang gw miliki sejak gw kecil. Hm... lain kali gw ceritain deh siapa mereka...
Sayonara minna-san.... ^^

Minggu, 02 Agustus 2009

Kiss of the Dragon


Hm.... Semalem nonton salah satu film aktor favorit gw, Jet Li-sama ^^.
Judulnya Kiss of the Dragon. Filmnya keren!!! Seperti biasa, di setiap filmnya, pasti Dia nunjukin kemampuan wushu-nya. Pemeran utamanya Jet Li as Liu Siu-jian,Bridget Fonda as Jessica Kamen dan Tcheky Karyo as Jean-Pierre Richard.
Ceritanya berawal waktu Siu-Jian dikirim ke Paris untuk membantu pemerintah sana menangkap bandar narkoba asal China, Mr. Big. Tapi sampai sana bukannya diminta bantuan, tapi malah dijebak dalam pembunuhan Mr. Big yang didalangi sama Richard *padahal mereka sama2 polisi*.
Semua bukti di atur supaya mengarah pada Siu-Jian, tapi karena dia adalah polisi terbaik dan terlatih, dia langsung kabur dan ga lupa ngambil video rekaman pembunuhan itu. Akhirnya Siu-Jian ditetapkan jadi buronan atas kasus yang ga dia lakukan. Semua polisi di Prancis memburu dia. Tapi untung masih ada yang percaya sama dia, sesama polisi China, namun belum sempet ngasi bukti temennya udh kuburu isdet dibunuh orang suruhan Richad >_<.
Tapi tenang aja, masi ada Jessica, saksi kunci yang bisa membantu Siu-Jian dan membuktikan kalo dia ga bersalah. Untuk itu, Siu-Jian harus menbantu membebasan anaknya Jessica yang ditawan sama Richard. Siu-Jian yang tadinya dingin dan ga perduli apapun selain tugas dan tugas jadi simpati sama Jessica ^^.
Berdua mereka berusaha membalas perlakuan Richard kepada mereka. Oia, Richard juga sering menyuntikan narkoba ke tubuh Jessica, padahal yang bersangkutan udah pengen berhenti. Endingnya juga bagus, Siu-Jian ngalahin Richard pake jurus pamungkasnya, Kiss of the Dragon :D. Kira2 Mereka jadian ga ya??????
Tonton aja..... fufufu^^

Minggu, 26 Juli 2009

neko

hm^^ ....
hajimemashita.... ^^