tapi, SEPERTINYA KALIAN BAIK-BAIK SAJA TANPA GW..
SEPERTINYA KALIAN GAK KEHILANGAN...
hmm.. itu.. cukup mengecewakan..
akhir-akhir ini tak pernah turun hujan...
monogataRii
selamat datang di dunia absurd milik saya...
Kamis, 28 Mei 2015
untitled life40
ternyata masih belum bisa..
rasanya masih gak karuan, masih belum bisa bertatap muka dengan kalian..
ini, mungkin bentuk rasa kecewa gw dengan diri gw sendiri, atau dengan kalian. mungkin...
aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh...
andai kalian bisa mengerti tanpa harus gw jelasin..
ini bener-bener bikin gw tersiksa.. :'(
rasanya masih gak karuan, masih belum bisa bertatap muka dengan kalian..
ini, mungkin bentuk rasa kecewa gw dengan diri gw sendiri, atau dengan kalian. mungkin...
aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh...
andai kalian bisa mengerti tanpa harus gw jelasin..
ini bener-bener bikin gw tersiksa.. :'(
Selasa, 26 Mei 2015
untitled life39
Apa kamu benar-benar gak tau seperti apa rasanya harus jauh dari kamu??
Kenapa kamu pikir aku mampu??
Apa kalian pikir gw benar-benar sanggup jauh dari kalian??
Kenapa kamu pikir aku mampu??
Apa kalian pikir gw benar-benar sanggup jauh dari kalian??
untitled life38
HEY, RASANYA MENYAKITKAN SAAT KAMU BILANG AKU BUKAN SIAPA-SIAPA KAMU LAGI, KAMU BAHKAN GAK ANGGAP AKU TEMAN KAMU. TAPI KAMU MINTA AKU JANJI UNTUK GAK NANGIS SAAT KAMU PINDAH.
SAAT ITU, KAMU BENAR-BENAR EGOIS.
SATU LAGI, SETIAP HARI SAAT MENGHINDAR DARI KALIAN, RASANYA SEPERTI ZOMBIE. AIR MATAKU KELUAR, TAPI JUGA DATAR.
gw kangen kalian....
untitled life37
“Aku bisa cepat mati
kalau terus-menerus merasa bersalah seperti ini.”
Itu
kalimat yang gw ucapkan kira-kira lima tahun lalu, waktu itu semua masih berat,
yah… dibanding sekarang.
Sekarang
ada ocin, ada bu nov, ada jelek…
Well,
hampir tiga minggu ini gw menghindar dari mereka, dari ocin dan jelek lebih
tepatnya. Marah. Kecewa. Dan sedih. Memang bukan murni kesalahan mereka, tapi
ada hal-hal yang gak seharusnya mereka lakukan saat didepan gw, atau bahkan
dibelakang. Dan syangnya, gw gak punya hak untuk bicara seperti itu sama
mereka, karena itu gw memilih untuk menghindar. Entah sampai kapan.
Rasanya
sakit, tetap dekat dengan semua perasaan ini, perasaan bersalah, juga marah
yang tak kunjung reda. Malu, terutama sama diri gw sendiri yang punya perasaan
seperti ini padahal kita begitu dekat.
Tapi
kenapa begitu sulit? Hanya untuk berkata jujur??
“Hey,
aku gak pernah merasa cemburu sama ocin, gak sekalipun. Aku bahkan gak yakin
ini rasa cemburu, atau iri. Sejak dulu, sejujurnya aku selalu merasa jadi orang
ketiga, sampai detik ini. Karena itu, tolong jangan terus-terusan bilang kalau
aku Cuma cemburu. Mungkin memang cemburu. Karna selalu merasa jadi yang ketiga,
mereka bahkan manggil aku “istri muda”, kan??? Aku benci sama diri aku sendiri,
yang selalu merasa dinomor duakan, padahal memang begitu, kan? Aku ada setelah
ocin, jadi kenapa harus marah hanya karna kamu terlihat lebih nyaman saat sama
dia?? Tapi, tetap aja, kadang aku mau kalian lebih peka soal perasaan aku saat
kita ngumpul bareng. Dan aku benci kalau aku harus jelasin hal itu lagi. LAGI??
Iya, lagi. Dulu, ocin pernah bilang kalau dia gak peka, dia tau itu bisa bikin
aku merasa gak enak, tapi dia gak bisa nahan diri untuk gak bersikap seperti
itu. Lalu kenapa aku harus jelasin soal itu lagi?? Itu menyakitkan. Karena itu
aku lebih memilih diam, sambil berharap, kalian sadar, aku benar-benar gak
suka. Tapi sayang, kalian gak juga sadar… ata kalian tau?? Mungkin.
Andai kalian lebih peka.
Rasanya
seperti, kamu selalu punya alasan untuk nolak ajakan aku, tapi kamu selalu
punya alasan untuk bilang “iya” saat sama ocin. Kekanak-kanakan? Mungkin.
Saat
kalian ke hambalang, taman mini, kebun raya, dan terakhir, ennichisai. Aku gak
pernah lupa apa alasan kamu setiap kali kamu bilang, “maaf aku gak bisa”, tapi
toh aku gak pernah merengek untuk diiyakan. Sayang, apapun yang aku bilang, aku
tetap terlihat egois. Ocin memang gak salah, begitu juga kamu. Kalian gak punya
kewajiban untuk bilang atau enggak saat pergi berdua, karna itu memang bukan
hak aku untuk tau. Tapi, apa kalian pernah merasa sedikit keterlaluan saat
kalian lebih memilih gak bilang?
Ocin
sayang, cukup sekali aja aku dengar kamu bilang, “Kata Yanto jangan
bilang-bilang sama lu.” Itu menyakitkan, apa yang perlu disembunyikan??”
Gw
selalu mau bilang soal itu semua, tapi rasanya gak sanggup. Terlalu memalukan
buat gw. Iya, gw egois, nyimpen semua ini sendirian, menghilang sesuka hati
tanpa ngasih kalian kesempatan untuk tau gw kenapa.. maaf…
Iya,
aku selalu merasa marah setiap kali kamu bisa ngobrol dan ketawa bebas dengan
orang lain, sementara di depan aku kamu seperti orang asing. Bukankah aku
menyedihkan?
Tolong ingat satu hal. Ini juga gak mudah buat gw :')
2015.05.27
03.22 am
Jumat, 22 Mei 2015
Untittled life36
Hai!!
Long time no see..
Lebih tepatnya dua taun ini saya nganggurin blog karna sibuk dengan satu orang, dan, yah... dia sudah pergi..
Hahahaha.. menyedihkan ya?? Dulu saya begitu manis saat menulis tentang dia, sekarang entah bagaimana harus menulisnya.
Ada rasa sakit, marah, sedih, kecewa, dan banyak lagi yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh saya. Menakjubkan bagaimana arti seseorang bisa berubah dalam waktu yang singkat. Mmm.. well, gak bisa dibilang singkat juga sih, faktanya saya butuh satu tahun hanya untuk merasa, "sedikit lebih baik".
Wow.
Untuk seorang wanita yang selalu sukses membuat barikade bagi orang di sekitarnya, cukup mengejutkan, bukan???
2015.05.23
#Shiroko
Sabtu, 21 Desember 2013
Untitled life35
Back
to my basic life.
Tiba-tiba aja gw inget,
dulu gak pernah ada yang ngelarang gw untuk melakukan apa yang gw suka. Gak
boleh makan mie. Gak boleh minum kopi. Gak boleh tidur terlalu pagi.
Dulu juga, hp gw selalu
sepi, gak pernah ada yang sms kecuali hari sabtu, itupun cuma untuk ngajak
main. Sekarang banyak, cuma sekedar tanya apa gw udah makan, lagi apa, atau
untuk nanya kenapa belum tidur.
Dulu gw selalu melakukan
semua sendiri, mau pergi ke tempat jauh dan asing sekalipun. Pulang semalam
apapun, dan sekalipun itu hujan, atau jauh. Nonton sendiri, belanja, makan, dan
tentu aja, nangis sendiri, yang lebih sering karna nonton film...
Harus bisa kembali ke masa
itu, atau gw akan jatuh dari tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang jauh
lebih dalam. Dan mungkin kalau kali ini gw harus jatuh algi, bukan cuma sayap gw
yang patah, tapi juga tangan gw. Tangan yang dulu dengan susah payah gw pakai
untuk manjat ke atas. Supaya gw bisa keluar dari lubang itu. Meskipun
sebenernya, saat itu lebih tepat ada yang narik gw keluar.
Gw adalah batu. Gw gak
punya teman. Gw cuma punya tanah untuk pulang, kalau gw harus hancur, kembali
jadi debu.
Haaaaaaaaaaaaaah.........
apa gw bisa?
Mengingat, sosoknya selalu
lalu lalang bahkan saat tak ku undang...
Jelek...
Jelek...
2013.12.22
Langganan:
Komentar (Atom)