Sahabat.
Jika ada seseorang yang sangat baik memintaku untuk jatuh bersamanya, aku rela
melakukannya. Dengan senang hati aku akan melakukannya. Dan jika suatu saat dia
bersedia jatuh bersamaku, tanpa perlu kuminta, aku hanya bisa mendoakannya.
“Semoga dia berbahagia, bahkan setelah kematian menjadi kehidupan barunya.”
Ada
orang-orang yang dekat karena memang takdir, atau karena kebutuhan. Karena dia
berselisih dengan pihak lain, atau karena tak mendapat dukungan dari pihak
manapun. Dan setelah semuanya kembali normal, begitu pula dengan “kedekatan”
itu. Memudar dengan sendirinya. Seperti tinta yang terkena air. Memudar,
meninggalkan noda yang seharusnya tak pernah ada. Yang seharusnya bisa
diusahakan tak pernah ada.
Hanya
ada dalam pikiranku, ataukah memang manusia diciptakan menjadi makhluk yang
sangat rumit? Seperti lautan, yang baik ternyata buruk, yang buruk ternyata
baik. Seperti jeruk, meski sama-sama memiliki warna oranye yang menarik, tak
semuanya memiliki rasa yang masam, beberapa yang terlihat masam justru ternyata
manis.
Seorang
pemeran utama pada drama korea berjudul “TOMATO”, memiliki pandangan menarik,
dia pikir, alangkah baiknya jika manusia sepreti tomat, karena tomat memilki
warna yang sama luar dan dalam. Apakah dia berwarna hijau, oranye, atau merah,
hanya dengan melihat luarnya kita dapat mengetahui pasti bagaimana keadaan
didalamnya.
Aku
bukan orang yang baik. Aku bukan umat yang baik. Aku bukan wanita yang baik.
Tapi sepertinya aku teman yang cukup baik untuk beberapa orang. Hahaha pendapat pribadi sih... Karena masih ada
yang bersedia berbagi cerita denganku, bahkan setelah bertahun-tahun
mengenalku. Untuknya aku hanya bisa berterima kasih. Untuk kesabarannya dalam
menghadapi manusia super rumit ini. ^0^
Aku
hanya ingin kalian tahu aku menghargai semua waktu, dan hal yang kalian bagi
padaku. Meskipun tak terlihat seperti itu :p
#Regards: Shiroko ^^
#Regards: Shiroko ^^