Minggu, 31 Maret 2013

untitled life10


Sahabat. Jika ada seseorang yang sangat baik memintaku untuk jatuh bersamanya, aku rela melakukannya. Dengan senang hati aku akan melakukannya. Dan jika suatu saat dia bersedia jatuh bersamaku, tanpa perlu kuminta, aku hanya bisa mendoakannya. “Semoga dia berbahagia, bahkan setelah kematian menjadi kehidupan barunya.”

Ada orang-orang yang dekat karena memang takdir, atau karena kebutuhan. Karena dia berselisih dengan pihak lain, atau karena tak mendapat dukungan dari pihak manapun. Dan setelah semuanya kembali normal, begitu pula dengan “kedekatan” itu. Memudar dengan sendirinya. Seperti tinta yang terkena air. Memudar, meninggalkan noda yang seharusnya tak pernah ada. Yang seharusnya bisa diusahakan tak pernah ada.

Hanya ada dalam pikiranku, ataukah memang manusia diciptakan menjadi makhluk yang sangat rumit? Seperti lautan, yang baik ternyata buruk, yang buruk ternyata baik. Seperti jeruk, meski sama-sama memiliki warna oranye yang menarik, tak semuanya memiliki rasa yang masam, beberapa yang terlihat masam justru ternyata manis.

Seorang pemeran utama pada drama korea berjudul “TOMATO”, memiliki pandangan menarik, dia pikir, alangkah baiknya jika manusia sepreti tomat, karena tomat memilki warna yang sama luar dan dalam. Apakah dia berwarna hijau, oranye, atau merah, hanya dengan melihat luarnya kita dapat mengetahui pasti bagaimana keadaan didalamnya.

Aku bukan orang yang baik. Aku bukan umat yang baik. Aku bukan wanita yang baik. Tapi sepertinya aku teman yang cukup baik untuk beberapa orang. Hahaha pendapat pribadi sih... Karena masih ada yang bersedia berbagi cerita denganku, bahkan setelah bertahun-tahun mengenalku. Untuknya aku hanya bisa berterima kasih. Untuk kesabarannya dalam menghadapi manusia super rumit ini. ^0^


Aku hanya ingin kalian tahu aku menghargai semua waktu, dan hal yang kalian bagi padaku. Meskipun tak terlihat seperti itu :p


#Regards: Shiroko ^^