Hari ini saya jalan bareng temen2 kecil, makan, ngobrol beli baju.
Ntah kapan lagi kami bisa seperti hari ini, disamping waktu kami yg kian tergerus oleh urusan masing2.
Oleh teman, keluarga, atau pacar. Semua berebut minta diperhatikan. Ntah mana yg jadi prioritas, opsi ada ditangan masing2.
Hari ini cukup menarik -selain kesimpulan bahwa 'dunia memang sempit'- dan 'insiden' kecil. Beberapa tmbuh dengan cepat, sisanya masih enggan meninggalkan sisi kanak2nya.
Well, bagaimanapun juga,kepada sahabatku, ucrit dan santet, terima kasih untuk reuni hari ini ^_____^
Minggu, 30 Oktober 2011
Rabu, 26 Oktober 2011
untitled story
"Kau pasti masih mencintaiku kan?" dan dia hanya
tersenyum, tak memberi jawaban. Hanya sebuah
senyum yg meninggalkan tanda tanya.
~~~~~~~~~~~~~~~~
"Hei, bukankah kita sudah brjanji akan selalu
bersama?" tanyaku.
Dia menatapku lekat, dalam diam seperti biasanya.
Membuatku semakin takut mendengar kemungkinan
jawaban yg akan kudengar. Dan hal itu semakin
nyata. Dia menundukan wajahnya, dapat kulihat ada
rasa bersalah di sana.
"Hatiku mulai berubah." katanya, gemetar.
Kali ini aku yg terdiam, hanya menatapnya yg masih
tertunduk. Betapa kurasakan kalimat itu sungguh
sulit dia ucapkan. Dulu sekali, dia pernah berkata,
"Lebih baik aku tersayat pisau daripada melukaimu."
Tik tok tik tok. Sunyi, hanya terdengar suara detik
jam.
"Sa..kit.." kataku, terbata, memegangi dadaku yg
tiba-tiba terasa sesak.
Dia mendongakkan wajahnya, menatapku dengan
terkejut.
"Maafkan aku, kau tak apa-apa?! Wajahmu pucat.."
tanyanya. Masih dapat kutangkap rasa cemas dinada
suaranya.
Aku hanya diam, kutatap wajahnya lekat, seperti yg
selama ini sering dilakukannya.
"Hei..." tanyanya lagi, masih dengan nada yg sama.
"Pentingkah itu sekarang?" tanyaku lirih.
Dan tak ada yg keluar dari bibirnya. Dia hanya diam,
tertunduk.
"Kau tahu? Ini.. lebih sakit daripada tersayat pisau.."
kataku, nyaris tak terdengar.
"Maaf.. Maafkan aku.. Sungguh.." dia jatuh terduduk.
Bersandar pada dinding dibelakangnya.
Air mataku jatuh menetes, tapi tak ada yg
kurasakan. Datar. Hampa.
Jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini akan terjadi, aku
hanya tak siap.
Dan tanpa aba-aba dariku, kedua kakiku sudah
menyeret tubuhku melangkah pergi. "Selamat
tinggal, terima kasih sudah singgah di hatiku."
Aku dapat mendengarnya sedikit terisak, "Maaf..
Maafkan aku.. Sungguh.." katanya.
~end~
Being alone is much worse than getting hurt. P. D Ace
kosong
Sedih banget kalo sampe 7kurcaci beneran bubar, selama ini, gw udah anggep mereka keluarga gw. Harta karun gw, tapi yg namanya manusia, cuma bisa mengikuti waktu. Bergerak, berubah, berlari atau berjalan santai di belakangnya.
Gw masih ngerasa sepi, "Selama ini, kamu mengisi kekosongan dengan sibuk mengisi kekosongan org lain. Saking kamu sibuk sendiri, mereka nggak pernah diberi kesempatan utk mengisimu balik. Wajar aja kalau nggk satupun dari mereka bisa memuaskan kamu. Kamu selalu merasa ada yg kurang." Itu kutipan dari Madre by Dee.
Dan merupakan pukulan telak buat gw, "apa gw juga gitu?"
Entah .
Gw masih ngerasa sepi, "Selama ini, kamu mengisi kekosongan dengan sibuk mengisi kekosongan org lain. Saking kamu sibuk sendiri, mereka nggak pernah diberi kesempatan utk mengisimu balik. Wajar aja kalau nggk satupun dari mereka bisa memuaskan kamu. Kamu selalu merasa ada yg kurang." Itu kutipan dari Madre by Dee.
Dan merupakan pukulan telak buat gw, "apa gw juga gitu?"
Entah .
Langganan:
Komentar (Atom)